MEMAHAMI PERENCANAAN KEUANGAN

Perencanaan Keuangan adalah suatu proses dalam merencanakan keuangan pribadi untuk dapat memberikan solusi perencanaan, pemilihan pengelolaan keuangan, kekayaan atau investasi agar tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang dapat tercapai.

Tak peduli berapa usia Anda, hal ini dapat dimulai dari usia berapapun – tentu semakin dini atau secepat mungkin akan lebih baik. Perencanaan Keuangan yang dimulai sejak dini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan investasi itu sendiri, terutama keunggulan dalam jangka waktu pencapaian yang lebih panjang.

Mengutip dari sumber detikfinance dikatakan bahwa, Jika seseorang tidak melakukan Perencanaan Keuangan maka orang tersebut sangat berpotensi untuk mengalami defisit keuangan, salah satu penyebab utama adalah utang (antara lain utang pada: Kartu Kredit; Kredit Tanpa Agunan, Kredit Kendaraan, Kredit Pemilikan Rumah, dll).

Jika seseorang melakukan Perencanaan Keuangan maka orang tersebut sangat berpotensi untuk mengalami surplus keuangan atau mendapatkan kebebasan finansial (financial freedom), hal ini disebabkan karena kebutuhan finansial dapat tercapai dikemudian hari. Banyak diantara kita merasa sudah melakukan perencanaan keuangan namun fakta menunjukan pada saat dana tersebut dibutuhkan ternyata tidak mencukupi. Survey yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Citibank menunjukan bahwa 70% eksekutif di Indonesia terancam miskin dihari tua.

Menetapkan tujuan keuangan sejak dini adalah sangat penting karena hal ini merupakan dasar yang baik untuk memulai segalanya, dan dari situlah perencanaan keuangan akan dimulai dan untuk mencapainya mungkin akan diperlukan adanya pengorbanan. Untuk mencapai kemapanan dan kekayaan tidaklah harus dimulai dari penghasilan besar. Dengan penghasilan menengahpun, Anda bisa melatih diri berdisiplin dalam menggunakan uang serta berdisiplin dalam ber-investasi.

Perencanaan keuangan pribadi membantu seseorang untuk :

  1. Mendapatkan gambaran apa yang benar-benar diinginkan di dalam ataupun di luar setiap tahapan kehidupan,
  2. Melindungi asset-aset yang dimiliki,
  3. Mempergunakan utang secara hati-hati,
  4. Melakukan manajemen risiko dan melatih seseorang untuk mengatur risiko investasi dengan baik,
  5. Menentukan asuransi perlindungan yang tepat baik untuk jiwa, kesehatan, dan harta kepemilikan,
  6. Meningkatkan kekayaan, dan
  7. Mengontrol pengeluaran dan biaya-biaya.

 

Hal-hal Utama dalam Perencanaan Keuangan

Hal-hal utama yang termasuk dalam perencanaan keuangan pribadi adalah sebagai berikut:

1. Utang dan Pengaturan Kredit.

Kredit harus dimonitor apabila perlu harus dikurangi untuk menghindari utang yang menumpuk dan tak terbayar, khususnya bagi utang-utang yang sifatnya konsumtif dan tidak produktif.

2. Produk asuransi yang tepat untuk melindungi risiko pribadi seperti risiko kematian, cacat total, dan kehilangan pendapatan.

Asuransi yang tepat sangat diperlukan untuk seseorang yang memiliki tanggungan keluarga. Asuransi perlindungan ini harus dievaluasi secara berkala.

3. Akumulasi kekayaan.

Tabungan secara berkala dan program investasi berperan penting dalam menyeimbangkan portofolio investasi, contohnya sertifikat deposito, keamanan asset-asset , dan keamanan pendapatan tetap tergantung dari dua hal, yaitu tujuan keuangan dan toleransi risiko.

4. Investasi dan Perencanaan property.

Dalam hal ini setiap orang memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana caranya agar asset yang dimiliki dapat berkembang maksimal dengan risiko yang tidak terlalu tinggi.

5. Pajak.

Pengalokasian asset tertentu secara tepat dapat mengurangi pajak perorangan .

6. Pensiun.

Perlu dilakukan perhitungan secara hati-hati dan detail untuk mengetahui pendapatan pension yang diinginkan untuk mempertahankan gaya hidup yang layak kelak.

7. Perencanaan warisan.

Bagaimana caranya untuk meneruskan atau menurunkan harta kepada ahli waris dengan cara paling efektif.

 

Leave a Reply